Posts

PUISI "UTUH"

UTUH Oleh : Indri Indrayani Aku suka ketika bersamamu menapaki jalan yang sama Di bawah cahaya rembulan separuh dan pernak-pernik bintang di atap langit sana Harum semerbak sehabis hujan gerimis Aku lebih suka ketika jalan itu tak berujung Aku suka ketika memeperhatikanmu diam-diam Satu sisi wajah rupawan Disamarkan helaian rambut yang dibelai angin kemudian Aku suka ketika bersamamu terjaga di seperempat malam Mengalun merdu untaian nada dan sonata indah tercipta sempurna Ketika kau mengucapkan kata-kata cinta, penuh makna Sehingga aku percaya jika salju pun akan terasa hangat Itupun jika kau yang mengatakannya Aku masih suka ketika kau tak berwarna seperti biasanya Pucat pasi lemah tak berdaya Satu sisi yang kau punya Aku suka kau sambut tanganku Kemudian bangkit, berjalan lagi dan kembali merona Aku suka kau apa adanya, semuanya… Utuh… Gerimis di langit senja, 17 Desember 2012

CERPEN "Nada Sumbang"

Nada Sumbang Oleh : Indri Indrayani  G-C-D-Dsus4-C. Melodi pertama selesai. Ternyata permainan gitarku sudah lumayan. Apalagi ketika membayangkan wajahnya nan rupawan, petikan senarku terasa lebih bernyawa dan entah kenapa serasa ada energi gaib yang merasuk sehingga semangatku naik beberapa kali lipat. Satu lagu cinta akan ku persembahkan kepadanya, Conan. Sebenarnya baru satu bulan belakangan ini aku berlatih memainkan gitar akustik. Dan nampaknya aku boleh sedikit  berbangga hati karena ternyata permainan gitarku lumayan bagus untuk kelas pemula. Jujur, aku tidak begitu suka gitar. Tapi karena seseorang yang bernama Conan, aku mulai mencintai gitar. Conan itu seorang gitaris. Kami satu kelas dan banyak perempuan di kelas yang menyukai Conan, salah satu dari mereka itu adalah aku. Aku memang salah satu dari banyak bunga yang kagum akan sosoknya. Tapi aku tidak ingin menjadi bunga taman yang hanya diam dan bergoyang sesekali ditiup angin. Aku ingin menjadi bunga...

CERPEN "TIGA"

TIGA Oleh : Indri Indrayani Ini adalah kisahku, kisah yang mungkin biasa-biasa saja bagi pembaca. Jadi, kusarankan agar tidak usah kalian membacanya. Kecuali kalian benar-benar peka dengan apa yang akan aku ceritakan. Dari kisah yang sederhana, terdapat gemuruh batin di dalamnya. Bagai terperangkap dalam gelembung sabun yang kemudian mengudara dan pecah seketika. Jika ditarik garis lurusnya, ini adalah kisahku dengan dua sahabat karibku yang pada akhirnya sibuk dengan urusannya masing-masing. Kisah tiga orang sahabat dan pilihan ketiga yang sangat berarti bagiku. Sederhana bukan? Tapi aku masih berbaik hati pada kalian, jika kalian masih ingin membaca kisahku, bacalah. Saranku, jangan hanya membaca. Pekalah! Mungkin itu pilihan bijak karena aku khawatir kau malah akan disergap kebosanan. Kami bertiga adalah sahabat karib. Aku mengira hal itu adalah kebenaran karena aku merasakan bahwa mereka berdua adalah orang terdekat selain keluargaku sendiri. Tidak, bahkan mereka su...

Flash Fiction "Nyawa Dalam Segelas Kopi"

Nyawa dalam Segelas Kopi Oleh: Indri Indrayani Gelas mungil dengan gambar puppy selalu mencium bibirku di pagi dan sore hari. Bukan tanpa sebab, lewat gelas itulah cappuccino, mochaccino, bahkan cairan hitam pekat yang dinamai kopi itu bisa kunikmati saat itu juga. Siapa yang tahu kegiatanku di pagi dan sore hari tadi? Ya, aku masih seperti orang biasa lainnya. Memulai aktivitas di pagi hari dan memanjakan diri di sore hari. Ketika orang bertanya, "hal penting apakah yang ada dalam hidupmu?" Jawaban yang sederhana akan aku jawab, "inspirasi". Aku mengucapkan kata itu bukan berarti mengenyampingkan hal-hal penting lainnya. Begitulah, memang inspirasi adalah salah satu hal yang penting dalam hidupku. Aku merasa sekarat ketika sedang kehilangan inspirasiku. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer dengan hanya memandangi lembar kerja ms.word yang masih putih polos. Masa yang paling hening sekaligus masa yang paling menyiksa ketika ...

PUISI "NARA"

Image
NARA Oleh : Indri Indrayani Putih itu baik Hitam itu kelam Begitu katanya, kata mereka Hitam diatas putih yang dominan Apa gunanya? Titik normal melekat di suatu mayoritas Begitu kata mereka Minoritas itu gila! Masih kata mereka Buah dari konstruksi sosial yang belum sempat dikaji ulang Antara sudut pandang dan sebuah tuntutan Gamang yang menggelayut di ujung keyakinan Nara, seorang gadis kecil dengan mimpi yang tidak biasa Gila?! Kasihan Nara, bertentangan dengan mereka Nara itu hitam, Nara telah gila Aku… Nara… Di satu senja, 09 November 2012

COMPARATIVE LITERATURE "SHERLOCK HOLMES"

Image
GAYA PENULISAN DAN KONTRADIKSI PENOKOHAN DALAM  HOLMES, SANG DETEKTIF LEGENDARIS  (DARI SUDUT PANDANG SIR ARTHUR CONAN DOYLE DENGAN TRACY MARK & MICHAEL CITRIN)   Compared by Indri Indrayani Sudah tidak dapat diragukan lagi kejeniusan seorang pengrang cerita fiksi terkenal berkebangsaan Inggris. Sir Arthur Ignatius Conan Doyle dalam menciptakan karakter detektif fiksi legendaris. Dia menciptakan karakter Sherlock Holmes yang dalam penyelidikannya menggunakan metode penelusuran deduktif, pengungkapan detail dan analisis saintifik. “Sherlock Holmes adalah kisah fiksi detektif yang tak ada tandingannya.” – New York Times. Pasangan suami istri, Tracy Mark dan Michael Citrin ternyata berusaha mengangkat sosok lain terkait penyelidikan Holmes selama ini. Merekalah Laskar Jalanan Baker Street yang merupakan mata dan telinga Holmes dalam memecahkan kasus rumit. Seperti halnya fungsi dari tokoh dalam cerita fiksi adalah membentuk satu kesatuan cerita de...